Tanaman philodendron

Tanaman philodendron

Tanaman philodendron

Tanaman philodendron

Tanaman Philodendron adalah tanaman yang tampil menarik dan sangat cocok dijadikan tanaman hias dalam pot karena tanaman ini tidak perlu memerlukan perawatan khusus dan sangat mudah penanamannya.

yang penting dari menanam tanaman ini adalah medianya porous dan subur, karena itu banyak yang menggemari philodendron di pajang di dalam ruangan maupun diluar ruangan sebagai penghias ruangan.

khusus untuk penanaman di pot perlu mendapat perhatian karena wadah berperan penting untuk tempat tumbuhnya makanya media dan jenis pot harus disesuaikan dengan kebutuhannya.

semua jenis pot dapat digunakan untuk menanam tanaman ini, karena pot hanya sebuah wadah namun itu tergantung kepada anda sendiri karena tampilan pot yang menari dapat lebih membuat tampilan Philodendron menjadi lebih cantik.

Pot tanah liat cukup baik karena memiliki pori-pori sehingga medi tidak lembap, tetapi harganya relatif mahal. Demikian pula pot porselun yang berwarna-warni dan dihiasi gambar/ornamen yang menarik.

Bahan lain, pot terbuat dari kayu, bambu, atau anyaman rotan yang biasanya di pakai sebagai pot luar (cover pot) . Pot luar biasanya berfungsi untuk menyembunyikan pot dalam sekaligus memperindah penampilan tanaman.

Saat ini pot plastik banyak dipakai untuk menanam tanaman hias, termasuk philo. Alasannya, murah, tidak mudah pecah, dan ringan sehingga mudah dipindahkan sesuai keinginan. Meskipun kebanyakan berwarna hitam, ada pula pot plastik berwarna hijau dan merah yang menarik untuk dipajang di ruangan atau di meja (untuk tanaman berukuran kecil).

Pot plastik berwarna menarik tidak membutuhkanpot luar lagi. Namun, pot plastik memiliki kekurangan, yaitu tidak adanya pori-pori di dinding pot. Hal ini menyebabkan sirkulasi udara yang tidak lancar sehingga media lembap. Tidak adanya pori-pori mengakibatkan air dapat meresap atau tidak keluar sehingga mengakibatkan akar busuk.

Untuk mengakalinya dengan menambah lubang pembuangan di dinding pot. Agar sirkulasi udara di dalam media lancar dapat dibantu dengan memasukkan pecah genting atau styrofoam di dasar pot.

Pot tersedia dalam berbagai ukuran. Oleh karena itu, ukuran pot disesuaikan dengan besar-kecilnya tanaman agar tampak seimbang. Ukuran pot biasanya ditentukan diameter mulut pot, ada yang berukuran 8 cm, 10 cm, 15 cm, dan lain-lain.

Tentu saja pot kecil hanya dipakai untuk menanam tanaman yang kecil. Idealnya, pot mempunyai diameter yang sepadan, kira-kira 1/3-1/2 dari tinggi tanaman. Demikian pula kedalaman pot juga bervariasi, pilih sesuai dengan panjang akar dan sifat tumbuh. Semakin besar tanaman dan akar panjang maka semakin besar pula ukuran pot yang dibutuhkan.

Media Tanam

Philodendron termasuk tanaman yang membutuhkan media porous. Media tanamnya harus subur, gembur, dan kaya bahan organik. Syarat lain, pH media netral sekitar 6,5-7.

Untuk mendapatkan media tanam yang ideal diperlukan beberapa bahan anorganik (tanah, pasir, sekam bakar, cacahan pakis, coco peat) dan organik (kompos, pupuk kandang, humus. Tanah merupakan bahan paling umum dipakai untuk media tanam.

Tanah yang baik adalah lapisan paling atas (top soil) karena gembur, subur, dan banyak mengandung bahan organik. Pasir sebaiknya memiliki butir-butir agak kasar dan lebih besar untuk membantu sirkulasi udara dan membuang kelebihan air. Sebelum digunakan, pasir dicuci dan di jemur hingga kering.

Pupuk kandang terbuat dari kotoran hewan, seperti sapi, ayam, dan kambing. Yang perlu di perhatikan adalah kotoran tersebut diolah terlebih dahulu agar penguraian zat renik terhenti di tandai tidak bau, panas, tekstur remah atau kering, dan berwarna cokelat.

Kompos pelapukan sisa-sisa tumbuhan (dedaunan, rerumputan dan sampah) juga sebaliknya sudah masak yang dicirikan tekstur halus dan berwarna cokelat. Untuk mencegah munculnya cendawan atau bakteri, pupuk kandang dan humus disterilkan dengan cara mengukus selama 0,5-