Tanaman Asoka

tanaman Bunga asoka

Tanaman Asoka

tanaman Bunga asoka

Tanaman Asoka adalah tanaman yang memiliki bunga yang bisa tahan sampai 3 – 4 bulan, biasanya tanaman ini akan berbunga menjelang tibanya musim hujan, saat berbunga pohon ini akan mengeluarkan bau harum di malam hari saat bulan April dan Mei Setiap tahunnya, Pohon ini juga sering dijadikan sebagai lambang cinta dan kesucian.

Pohon asoka memiliki batang yang keras dengan tinggi bisa mencapat 7 meter serta daun majemuk dengan bentuk oval yang berujung lancip. bunga asoka biasanya berwarna kuning, jingga hingga merah dengan bunga yang tumbuh secara bergerombolan dan berderet dengan benang sari yang mencuat seperti kembang api

karena Aroma nya yang harum dan juga bentuk bunganya yang unik tanaman ini juga sering di tanam di halaman atau pekarangan rumah, selain sebagai tanaman hias, bunga asoka juga dapat dimanfaatkan sebagai obat karena memiliki kandungan yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit.

Kandungan Kimia yang terdapat pada bunga asoka adalah Saponin, Flavonoid dan Tanin. Menurut hasil pengujian laboratorium mengungkapkan bahwa kulit kayu kering asoka yang dihaluskan mengeluarkan zat tanin dan zat organik yang mengandung besi sedangkan kulit kayuntya mengandung zat tanin dan catachin yang mencegah infeksi dan kanker kandung kemih serta zat hematoksilin yang mengobati disentri.

Langkah langkah Menanam Bunga Asoka

  1. Pilih batang yang sudah cukup berumur untuk dijadikan bibit. Potong batang tersebut dengan gunting tanaman agar potongan tersebut rapi. Lalu segera rendam ke dalam air.
  2. Jika menggunakan teknik cangkok, batang yang sudah dipilih diiris permukaannya. Kedalamannya diukur sampai irisan tersebut menyentuh lapisan kambrium, lalu tutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kotoran ternak. Setelah itu tutup lapisan tersebut dengan menggunakan plastik atau dapat juga menggunakan sabut kelapa. Kelembaban cangkokan tersebut harus selalu diawasi. Jika tetap dalam kelembababan yang stabil, akar akan tumbuh minimal dalam kurung waktu dua minggu.
  3. Setelah cangkok atau stek berhasil, lanjutkan dengan proses penanaman. Jika dimaksudkan untuk pagar hidup, langsung saja dibuatkan lubang-lubang pada tanah untuk nantinya bibit hasil stek atau cangkok tadi ditanam. Nah, lalu siram