Spider Plant

Spider plant

Tanaman Spider Plant

Spider plant

Tanaman hias spider plant adalah tanaman hias gantung yang banyak digunakan sebagai solusi bagi rumah yang sekarang serba minimalis dan memiliki pekarangan yang kecil, tanaman ini berasal dari Afrika Selatan dan sangat mudah untuk di budidayakan serta di pelihara, daun Piderplant yang panjang dan rimbun memiliki warna hijadi dan strip kuning serta putih, batang yang panjang sebenarnya kokoh dan ditumbuhi bunga putih.

Cara Menanam Spider plant sangat mudah, tanaman cantik ini akan mengakar jika di menyentuh tanah, oleh karena ijika anda ingin menanam tanaman spider plant pada pot lainnya anda hanya tinggal memotong batang yang sudah terlalu panjang dan meletakkannya di pot yang ingin anda tanami, maka tanaman spider plant akan segera tumbuh.

Secara fisik, Spider Plant memiliki daun yang panjang dengan ujung yang meruncing. Panjangnya bervariasi antara 20 hingga 40 centimeter. Meski dapat dibiarkan tumbuh di tanah, namun Spider Plant lebih umum ditempatkan di dalam pot yang digantung. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik dalam cahaya terang yang tidak langsung. Spider Plant mungkin dapat mentolerir cahaya langsung dari sinar matahari. Namun jika penerimaan cahaya itu terjadi pada tengah hari, daun-daun tanaman akan terbakar.

Suhu yang dibutuhkan adalah sekitar 18° C hingga 23° C pada siang hari dan sekitar 10° C hingga 12° C. Suhu di negara tropis seperti Indonesia memang tidak serendah yang dibutuhkan oleh tanaman ini. Namun Anda tidak perlu khawatir. Sebab perkiraan suhu yang disebutkan tadi adalah suhu yang ideal. Jadi, suhu yang sedikit lebih tinggi tidak akan membawa banyak masalah bagi Spider Plant untuk dapat hidup di rumah Anda.

Merawat Spider Plant tergolong mudah. Anda tidak perlu repot-repot mengurus segala sesuatu untuk tanaman yang satu ini. Yang harus Anda perhatikan adalah membagi tanaman ini ketika sudah terlalu memenuhi pot. Karena terlalu banyak batang dalam satu pot dapat membuat pot tersebut pecah. Setelah memindahkan sebagian tanaman ke dalam pot baru, sebaiknya Anda menunggu empat hingga enam bulan sebelum memberinya makanan.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan ketika memelihara Spider Plant adalah banyaknya air yang diberikan. Sebab, masalah utama dalam merawat Spider Plant adalah terlalu banyak atau terlalu sedikit air yang diberikan. Daunnya dapat terbakar jika pupuk diberikan dalam takaran yang terlalu banyak atau ketika tanaman diberikan air yang terlalu banyak mengandung garam. Tanah yang terlalu kering juga dapat membuat daun Spider Plant berubah kecoklatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin periksa kondisi tanah tempat Spider Plant hidup tiap hari. Jika daun telah terbakar, Anda tinggal memetik daun atau batang yang bermasalah, dan Spider Plant Anda kembali sehat.

Serangga juga dapat menjadi masalah bagi keberlangsunan hidup Spider Plant. Jadi membasuh daun-daun Spider Plant juga diperlukan dalam tiap jangka waktu tertentu. Selebihnya, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk memiliki Spider Plant yang cantik.

“Tanah yang terlalu kering, pemupukan berlebih, dan tanah yang terlalu kering, bisa menjadikan daun Spider Plant terbakar”

Spider plant memiliki sangat banyak jenis Ada jenis kecil dari tanaman ini yang lazim disebut Mandaianum. Panjang daunnya hanya mencapai empat hingga enam inci. Warna daunnya hijau tua dengan strip kuning cerah. Ada pula yang disebut Vittatum, tanaman yang paling sering dibudidayakan. Panjang daunnya berkisar antara empat sampai delapan inci dengan warna daun hijau pucat dan strip putih di bagian tengahnya.

Apapun jenis Spider Plant yang Anda pilih, tanaman ini akan tetap membantu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Pasalnya, berdasarkan sumber dari situs Mayfieldinfrared.com, Spider Plant sangat cocok untuk menghilangkan toksik seperti formaldehyde dan karbon monoksida (CO). Oleh karena itu, penempatan Spider Plant yang dianjurkan adalah di dapur, di mana CO sangat mungkin terakumulasi.

”Spider Plant dikatakan dapat menghilangkan sebanyak 268 mikrogram Xylene per jam dan 560 mikrogram Formaldehyde per jam”

Formaldehyde dilepaskan oleh barang-barang yang sangat mudah ditemukan dalam sebuah rumah. Misalnya dari furniture, karpet sintetis, kayu olahan yang biasa digunakan sebagai pembuat rak buku dan meja, tirai dan bahkan dalam pewangi ruangan. Ketika formaldehyde berada pada level di atas 0,1 juta per bagian dalam udara, maka unsur kimia ini dapat menyebabkan gejala yang bervariasi. Mata, hidung dan tenggorokan yang terasa seperti terbakar, mual, batuk, hingga gatal-gatal pada kulit.
Xylene, benzene dan CO pun dapat menyebabkan gejala-gejala serupa. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, sebuah ruangan yang berukuran 800 kubik (10 kaki x10 kaki x 8 kaki), tingkat polusinya kira-kira mencapai 1.808 mikrogram Formaldehyde, 112 mikrogram xylene dan 67 mikrogram benzene.

Sebagai perbandingan, Spider Plant dikatakan dapat menghilangkan sebanyak 268 mikrogram Xylene per jam dan 560 mikrogram Formaldehyde per jam. Penelitian NASA menyebutkan bahwa jika Spider Plant diletakkan di dalam ruangan tertutup selama 24 jam, kemudian diisi oleh 120 ppm CO dan 50 ppm nitrogen oksida (NO2), maka tanaman ini akan menghilangkan 96 % CO dan 99 % NO2.

The Foliage for Clean Air Council menyarankan penggunaan tanaman yang memiliki banyak daun untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Katanya, hadirkan minimal dua tanaman dalam ruangan yang berukuran 30,48 m². Itu merupakan jumlah tanaman yang efektif untuk menyerap unsur-unsur polutan dalam udara. Namun yang perlu diingat, angka-angka keberhasilan tanaman ini untuk menyerap unsur polutan sangat bervariasi, tergantung pada ukuran tanaman, temperatur, seberapa terkontaminasinya udara di dalam ruangan dan hal-hal lain.