Bunga Aster

Bunga Aster

Bunga Aster merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki beragam jenis warna yang menawan. Bunga ini mencerminkan keriangan, kegembiraan dan kesederhanaan. Apabila anda ingin berbagi keceriaan pada seseorang dengan bunga, maka bunga Aster adalah pilihan yang tepat.

Karena itulah aster dianggap sebagai bunga yang mempesona yang dikenal sebagai simbol pesona cinta dan simbol kesabaran, startwort, Michaelmas daisy atau bunga beku. Tak heran jika bunga satu ini menjadi pilihan untuk dijadikan bunga potong.

Nama aster sendirir berasal dari bahasa yunaniyang berarti Bintang dan bunganya yang menyerupai bintang ini dapat ditemukan dalam beragam spektrum warna yang cantik-cantik, seperti putih, merah, pink, ungu, lavender dan biru.

Ciri khas dari bunga aster ini ditengah-tengahnya berwarna kuning yang dianggap sebagai bunga pengenal kelahiran di bulan September dan sebagai bunga untuk perayaan usia pernikahan 20 tahun.

Bentuk dan ukuran bunga Aster ini serupa dengan bunga matahari. Bunga aster berbentuk melingkar atau seperti bunga bingtang dengan kelompok dan mahkota bunga yang banyak dan terpisah.

Mahkota bunga ini ada yang panjang dan ada yang kecil, bermekaran mengelilingi bunga-bunga kecil yang ada ditengahnya. Seperti pada bunga Aster yang mahkota bunganya berwarna putih, dengan bunga-bunga kecil ditengahnya yang berwarna kuning. Bunga ini juga harum sekali.

Jenis Bunga Aster:

  • Aster chinensis tipe Princes, warna bunga merah muda, biru muda, biru tua, kuning muda, dan putih.
  • Aster chinensis tipe Amerika, warna bunga biru, merah lembayung, merah muda, merah, dan putih.
  • Aster chinensis tipe Liliput, warna bunga putih, merah muda, merah tua, dan biru.
  • Aster chinensis tipe Giant Cornet, warna bunga merah muda, merah tua, dn putih
  • Aster novae-angliae, warna bunga violet muda.
  • Aster incisus, warna bunga violet dan kebiruan.

Budidaya Bunga Aster

Bibit bunga aster banyak terdapat di toko atau kios pertanian, dalam bentuk biji-biji aster, yang sudah berada dalam kemasan. Sebelum biji-biji tersebut ditabur, sediakan bak persemaian yang telah diisi media tanam. Media tanamnya berupa campuran tanah halus, pasir dan kompos (1 : 1 : 1). Siram air hingga lembap.

Buatkan larikan dalam bak persemaian, lalu sebar biji-biji tersebut. Tutup dengan tanah. Tak lama, biji-biji pun akan berkecambah, dan akhirnya kita akan mendapatkan bibit aster. Jika bibit aster memiliki daun 4 – 5 helai dan tingginya 10 – 15 cm, itu berarti aster siap ditanam di halaman.

Hama Minirder dan Phythopthora

Seringkali, tanaman aster mati gara-gara serangan hama. Sebut saja hama ulat minirder. Ulat ini suka bikin lorong-lorong berliku pada daun. Lama-kelamaan, daun pun akan kering dan rontok. Akibat rontoknya daun, proses pembuangan pun amat terganggu. Bagaimana penanganannya? Jika serangannya sudah menghebat, semprot dengan insektisida, seperti Curacron 500EC atau Decis 2,5 EC.

Tanaman aster juga sering terjangkit penyakit busuk daun. Penyebabnya jelas, cendawan Phythopthora sp. Semula, cendawan ini menghabisi daun-daun aster, lalu daun tersebut mengering, dan muncul warna cokelat sampai hitam. Celakanya, tanaman bisa menjadi layu, dan akhirnya mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *