Bunga Anemone

Bunga Anemone

Bunga Anemone adalah salah satu jenis tanaman hias yang terkenal dengan keindahan. tanaman ini bisa anda temui di indonesia atau, Eropa dan jepang. namun bunga satu ini juga memiliki sejarah yang unik.

Sejarah Bunga Anemone

Bunga Anemone berkaitan dengan mitologi dewa dewi Rohani. Anemone dalam bahasa yunani berarti bungan angin. Berdasarkan mitologinya, anemone muncul dari air mata Aphrodite(Dewi asmara) saat ia menangisi kematian Adonis. Bunga ini dianggap membawa keberuntungan dan perlindungan dari kejahatan.

Legenda juga mengisyaratkan bunga ini dengan kedatangan hujan. Mereka mengatakan bahwa saat anemone menguncupkan kelopaknya, itu berarti pertanda akan datangnya hujan. Mitologi lain mengatakan bahwa peri peri magis tidur di bawah kelpak anemone yang menutup saat matahari terbenam.

Sangan banyak kisah magis dibalik bunga ini sehingga membuatnya menjadi lambang antisipasi dalam bahasa bunga. Bunga beragam warna ini mewakili suatu langkah antisipasi akan hal hal yang tak terduga. Bunga ini bermakna Pengabdian, Pengampunan, Ketulusan.

Anemone(アネモネ) dilihat dari Hanakotoba( hana=bunga, kotoba=kata) atau makna bunga menurut orang jepang bermakna Bersungguh-sungguh. Sumber yang lain mengatakan bahwa bunga ini bermakna Ketulusan. Dalam daftar bahasa bunga yang aku temukan juga mengatakan bahwa bunga ini bermakna cinta yang tidak luntur, kebenaran, ketulusan, antisipasi, menyerah, harapan yang pudar.

Mengenal Bunga Anemone

Bunga ini bisa digunakan sebagai bunga tangan pernikahan. Bunga tangan adalah bunga yang biasa dibawa pengantin wanita saat masuk altar dan melemparkannya di akhir acara. Kenapa Anemone menjadi salah satu bunga tangan? Karena bunga ini juga bermakna harapan.

Rasa dari herbal ini pahit dan bersuhu kecenderungan dingin. Tanaman ini mengandung beberapa zat kimia di dalamnya seperti saponin, triterpen, Anemonin, Okinalin, Okinalein, stigma-sterol, B-sitosterol, Hederaginin, asam oleanolic, arabinosa, galaktosa, glukosa, dan rhamnose.

Tanaman yang dalam bahasa Cina disebut Bai Tou Weng ini akan bekerja pada usus besar, perut dan hati. Khasiat dari tanaman ini adalah menurunkan panas, mengobati bisul, luka, radang usus buntu, radang usus, disentri, bisul, luka, sengatan tawon, dan gigitan ular.

Bagian tanaman yang digunakan adalah semua bagian akar tanaman yang telah dikeringkan. Dosis dari akar yang dibutuhkan sebanyak 9-15 gram kemudian dimasak selama 20 menit. Efek farmakologisnya adalah zat anti bakteri dan anti jamur. Selain itu tanaman ini memiliki sifat desinfektan dan mendetosifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *