Bambu Jepang

Bambu Jepang

Bambu Jepang

Bambu Jepang

Bambu Jepang Atau Dalam Bahasa Inggris Japanese Arrow Bamboo ( Pseudosasa japonica ) disebut dengan nama arrow bambu karena pada jaman dahulu batang bambu ini banyak dipakai para samurai Jepang untuk membuat anak panah karena batangnya yang keras, kokoh dan kaku.

Spesies Bambu ini berasal dari Jepang dan banyak ditemukan di Honshu, Kyushu dan Shikoku serta sekarang juga sudah banyak ditemukan di Korea dan Indonesia saat ini banyak dibudidaya untuk tanaman hias sekaligus sebagai pagar karena bentuknya yang berwarna hijau sampai kuning kecoklatan serta bisa tumbuh tinggi

tanaman ini sangat cocok di tanam di daerah tropis seperti Indonesia karena Tanaman ini mampu beradaptasi dengan suhu tropis sampai bahkan musim salju, bahkan tanaman bambu ini dapat tumbuh dengan baik di daerah pantai dengan tanah yang banyak mengandung kandungan garam.

Tanaman Bambu jepang ini dapat tumbuh sampai dengan panjang 30 – 40 cm.

di Indonesia sendiri banyak Pekebun Rumahan dan Pecinta tanaman hias yang memanfaatkan tanaman ini sebagai pagar, yang menjadikan halaman rumahnya berkesan oriental dan tetap tampak elegant.

Cara Dan jenis Pembibitan Bambu

Cara menanam dan pembibitan bambu jepang tidak terlalu rumit karena bambu termasuk tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, namun yang penting dibutuhkan adalah proses membuat bibit yang bisa dibilang lama, bibit bambu jepang memang bisa didapat secara alami dari bji bambu yang jatuh, kemudiah tumbuh menjadi rebung, namun apabila anda menanamnya untuk di budidaya tentu saja satu atau dua buah rebung saja tidak cukup untuk mencukupi lahan yang disiapkan, solusi nya adalah dengan membuat bibit bambu secara rekayasa menggunakan sistem stek.

dalam proses pembibitan menggunakan sistem stek yang perlu anda miliki adalah bonggol bambu atau batang bambu yang secara langsung anda ambil dari pohonnya, jangan menggunakan bambu yang telah di awetkan, ambul kira – kira sepanjang 60 cm sampai 1 meter batang bambu segar kemudian timbun dalam tanah, sirami batang yang ditanami tersebut kira – kira 3 hari sekali selama dua bulan lamanya ketika batang sudah bertunas maka bibit suda siap dipindah ke lahan.

agar pembibitan dapa lebih optimal anda perlu memperhatikan asal batang bambu sebelum menjadi tunas, bagian bambu yang paling baik adalah batang bawah bambu segar, semakin ke atas, batang bambu tersebut akan semakin sulit menjadi tunas, oleh karena itu bagian bonggol adalah bagian paling layak dan ideal dijadikan objek pembibitan.

menanam bambu jepang tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya,

1. pertama buat lubang tanam sesuai dengan kriteria bibit, pisahkan antara tanahdengan tanah galian atas.

2. campur tanah galian bawah dengan pupuk urea, sementara tanah galian bagian atas dengan pupuk kompos

3. biarkan tanah agar terproses menjadi subur dalam kurun 3 – 4 bulan sebelum siap untuk ditanami.