6 Jenis Tanaman Hias Bunga Abadi Edelweis

6 Jenis Tanaman Hias Bunga Abadi Edelweis

Bunga Senduro (Anaphalis javanica) lebih populer dikenal sebagai Edelweis jawa (Javanese edelweiss) merupakan tanaman endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi di Indonesia. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman yang langka. Bunga Edelweis sering tumbuh di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus.

Edelweis di Indonesia pertama kali di temukan oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada tahun 1819 lalu di lereng Gunung Gede. Konon, nama edelweiss diambil dari bahasa Jerman yang berasal dari kata edel (noble) dan weiß(white). Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia berarti ‘bunga putih yang sangat dimuliakan’.

Bunga edelweis biasanya hidup di pegunungan atau di tanah vulkanik. Uniknya, bunga yang satu ini bisa tetap tumbuh di tanah yang tandus karena bunga edelweis bisa membentuk mikoriza yang secara efektif meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Sampai saat ini, bunga ini memang masih di muliakan. Kemuliaan bunga yang satu ini seringkali di jadikan simbol atau lambang keabadian cinta. Selain itu, tidak jarang para pendaki yang menjadikan bunga ini sebagai objek foto, namun tidak sedikit pula para pendaki yang membawa pulang bunga tersebut. Pendaki- pendaki yang membawa bunga tersebut akan di blacklist dan di wajibkan mengembalikan bunga tersebut ke tempatnya.

Anaphalis Javanica

Bunga edelweis jenis ini merupakan bunga edelweis yang biasa di temukan oleh sejumlah pendaki gunung Indonesia. Spesies bunga edelweis yang tumbuh di Indonesia di antaranya Anaphalis javanica, Anaphalis viscida dan Anaphalis longifolia.

Namun Anaphalis javanica lebih akrab dengan panggilan edelweiss Jawa. Mahkota yang terpasangdi edelweiss Jawa terbentuk dari ratusan kuncup bunga kecil bulat dan tidak runcing, berwarna puith.

Leontopodium Alpinum

Bunga Edelweis jenis ini merupakan bunga edelweis yang bisa lo temukan di Pegunungan Alpen. Selain itu, lo bisa menemukan bunga ini tersebar di negara-negara yang mengelilingi Pegunungan Alpen seperti Austria, Jerman, Italia, Prancis, dan Swiss.

Terletak di Eropa, bunga eelweis yang satu ini memiliki perbedaan dengan edelweiss jawa. Dalam satu bunga edelweis Leontopodium Alpinum terdapat 500 hingga ribuan kuncup bunga dengan 2 hingga 10 “kepala bunga” yang dikelilingi daun beluduru runcing berwarna putih.

Bunga Cantigi

Bunga yang satu ini dapat lo temukan pada ketinggian di atas 1.000 mdpl. Cantigi umumnya memiliki tinggi mencapai satu meter, dengan warna daun yang didominasi merah dan ungu. Bunga yang cantik ini umumnya tumbuh di daerah pegunungan di Pulau Jawa.

Bunga Turuwara

Turuwara merupakan salah satu tanaman endemik di kawasan zona inti Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Populasi turuwara di Kelimutu saat ini terbatas, dikarenakan pertumbuhannya yang cenderung lambat.

Bunga Verbena

Warnanya yang keunguan, membuat banyak orang menyangka bunga ini adalah bunga lavender. Bunga yang ada di Oro-oro Ombo, Semeru, ini dapat menyerap kadar air tanaman di sekitarnya. Sehingga disarankan untuk membawa pulang tanaman ini, namun dengan satu catatan. Biji bunga tidak boleh terjatuh ke tanah, karena bisa saja tumbuh di tempat jatuhnya biji bunga tersebut.

Leucogenes Grandiceps

Bunga abadi asli Selandia baru ini memiliki nama latin Leucogenes Grandiceps yang lebih mudah lo temukan di kawasan Pegunungan Alpine. Sama seperti edelweis di Indonesia dan Swiss, kepala bunga edelweis Selandia Baru berwarna kuning. Kepala bunga ini pun dikelilingi kuncup bunga beluduru berwarna putih. Bedanya, kuncup bunga edelweis Selandia Baru berbentuk agak oval, tidak runcing seperti bunga edelweis Swiss.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *